Sabtu, 30 Mei 2009

air Kesadahan

Kesadahan

Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Penyebab air menjadi sadah adalah karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+. Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil.

Pengertian kesadahan air adalah kemampuan air mengendapkan sabun, dimana sabun ini diiendapkan oleh ion-ion yang saya sebutkan diatas. Karena penyebab dominan/utama kesadahan adalah Ca2+ dan Mg2+, khususnya Ca2+, maka arti dari kesadahan dibatasi sebagai sifat / karakteristik air yang menggambarkan konsentrasi jumlah dari ion Ca2+ dan Mg2+, yang dinyatakan sebagai CaCO3.

Kesadahan ada dua jenis, yaitu :

Kesadahan sementara
Adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam bikarbonat, seperti Ca(HCO3)2, Mg(HCO3)2.
Kesadahan sementar ini dapat / mudah dieliminir dengan pemanasan (pendidihan), sehingga terbentuk encapan CaCO3 atau MgCO3.

Reaksinya:
Ca(HCO3)2 -dipanaskan--> CO2 (gas) + H2O (cair) + CaCO3 (endapan)
Mg(HCO3)2 -dipanaskan--> CO2 (gas) + H2O (cair) + MgCO3 (endapan)

Kesadahan tetap
Adalah kesadahan yang disebabkan oleh adanya garam-garam klorida, sulfat dan karbonat, misal CaSO4, MgSO4, CaCl2, MgCl2.
Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda - kapur (terdiri dari larutan natrium karbonat dan magnesium hidroksida ) sehingga terbentuk endapan kalium karbonat (padatan/endapan) dan magnesium hidroksida (padattan/endapan) dalam air.

Reaksinya:
CaCl2 + Na2CO3 --> CaCO3 (padatan/endapan) + 2 NaCl (larut)
CaSO4 + Na2CO3 --> CaCO3 (padatan/endapan) + Na2SO4 (larut)
MgCl2 + Ca(OH)2 --> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaCl2 (larut)
MgSO4 + Ca(OH)2 --> Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaSO4 (larut)
Satuan ukuran kesadahan ada 3, yaitu :
1. Derajat Jerman, dilambangkan dengan °D
2. Derajat Inggris, dilambangkan dengan °E
3. Derajat Perancis, dilambangkan dengan °F

Dari ketiganya yang sering digunakan adalah derajat jerman, dimana 1 °D setara dengan 10 mg CaO per liter. artinya jika suatu air memiliki kesadahan 1 °D maka didalam air tersebut mengandung 10 mg CaO dalam setiap liternya.

Dari keterangan diatas mungkin bisa saya beri contoh paling sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari mengenai kesadahan, yaitu :

Jika di suatu tempat anda mencuci apapun menggunakan sabun dan ternyata busa yang terbentuk jumlahnya dibawah perkiraan anda atau tidak seperti biasanya sehingga utuk memperbanyak busa (karena sugesti bahwa mencuci yang baik harus banyak busa) anda harus menambah sabun sehingga mengakibatkan boros sabun, maka besar kemungkinan air yang digunakan utnuk mencuci tersebut memiliki kesadahan tinggi. Hal itu terjadi karena sebagian sabun yang ditambahkan kedalam air bereaksi dengan garam karbonat dari Ca2+ dan Mg2+.

Jika menemukan endapan putih seperti bedak atau kadang berbentuk kerak didasar panci untuk memasak air, maka besar kemungkinan air yang dimasak tersebut memiliki kesadahan tinggi. Hal itu terjadi karena gas CO2 lepas saat pemanasan, sehingga yang tertinggal hanya endapan karbonat, terutama kalsium karbonat (lihat reaksi no. 1 diatas).

Air Sadah ialah air yang sukar berbuih dengan sabun dan banyak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+.

Macamnya:

1. Kesadahan Sementara

Mengandung Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2
Dapat dihilangkan dengan pemanasan

Contoh : Ca(HCO3)2 (aq) ® CaCO3 + H2O (l) + CO2 (g)



2. Kesadahan Tetap

Mengandung CaSO4 dan MgSO4
Dapat dihilangkan dengan menambahkan soda ash (Na2CO3)

Contoh : MgSO4 (aq) + Na2CO3 (aq) ® MgCO3 + Na2SO4 (aq)

Air Sadah Þ mengandung Ca2+ dan Mg2+

1. Jenis

a. Tetap Þ bila anionnya SO42- / Cl-
....pelunakannya diberi Na2CO3

b. Sementara Þ bila anionnya HCO3-
....pengendapannya Þ Dipanaskan dan Diberi Kapur


2. Dampak

a. Memboroskan

b.Sabun Menimbulkan Baru Ginjal

c.Menimbulkan Kerak Pada Dasar Ketel

Selasa, 26 Mei 2009

kanker serviks





Kita belakangan ini sering mendengar mengenai ‘kanker serviks’. Kanker ini memang menjadi momok bagi perempuan. Menurut data, di Indonesia ini diperkirakan setiap satu jam ada satu orang yang meninggal akibat kanker serviks ini.

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan istilah kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim, perubahan untuk menjadi sel kanker memakan waktu lama, sekitar 10 sampai 15 tahun. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia kisaran 30 sampai dengan 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan meyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiawaan dan kesehatan seksual.

Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau yang disingkat HPV. Virus ini bersifat onkogenik (menyebabkan kanker). HPV ini ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui penggunaan barang pribadi yang bersamaan, misalnya penggunaan handuk bersama, pakaian bersama. Human Papilloma Virus ini sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan.

Faktor-faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks antara lain:

* Menikah di usia muda
* Merokok
* Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
* Kehamilan yang sering
* Penyakit menular seksual

Yang menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga kita tidak dapat mendeteksinya, kecuali kita rajin melakukan cek up. Jika kondisi kanker ini sudah memasuki tahapan yang cukup gawat, maka gejala yang timbul antara lain:

* pendarahan dari liang sanggama
* timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau
* nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil

Sekarang sudah ditemukan vaksinasi untuk mencegah kanker serviks ini, bahkan vaksinasi ini dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun. Tentunya ini berita yang menggembirakan bagi semua wanita. Dengan melakukan vaksinasi ini pencegahan dapat dilakukan, dan bagi wanita yang aktif atau sudah berhubungan seksual harus rutin melakukan pap smear atau inspeksi visual.

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Presiden Obama dan Babak Baru Hubungan RI-AS

Presiden Obama dan Babak Baru Hubungan RI-AS

Ratusan juta pasang mata dari berbagai penjuru dunia tertuju ke Capitol Hill menyaksikan pelantikan Presiden AS Barack Obama, 20 Januari kemarin. Terpilihnya Obama menimbulkan harapan di berbagai kalangan karena ia menjanjikan perubahan.

Tingkat dukungan publik AS terhadap Obama saat ini mencapai 86 persen, angka yang sangat signifikan bagi pemerintahan yang akan mulai bekerja. Pelantikan Obama akan diikuti dengan pergantian sejumlah besar pejabat, termasuk menteri dan para pejabat tinggi Deplu AS.

Selama kampanye, Obama berjanji akan menerapkan pendekatan berbeda dengan Presiden George W Bush dalam kebijakan luar negeri AS. Obama bertekad menutup kamp Guantanamo, Kuba. Ia juga menyatakan siap berbicara tak hanya dengan negara-negara sekutu dan sahabat, tetapi juga dengan negara-negara yang berseberangan, seperti Iran, Suriah, dan Korea Utara. AS juga akan lebih mengedepankan diplomasi dan menggunakan forum-forum multilateral untuk mengatasi tantangan dan masalah global. Ia berkomitmen AS akan terlibat lebih aktif dalam pembahasan isu lingkungan dan energi, memperkuat rezim Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), memajukan pendidikan melalui inisiatif Global Education Fund, dan lain-lain.

Obama menyatakan prioritas kedua kebijakan luar negerinya mengamankan senjata dan material nuklir. Untuk itu, AS akan memperkuat NPT dan meratifikasi Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT). Ia juga akan menekankan politik luar negeri pada upaya mengatasi kemiskinan, memajukan pendidikan, memberantas penyakit, dan mencegah pembunuhan massal. Ia akan memperkuat kemampuan negara-negara mitra di berbagai kawasan dalam mencegah konflik, menjaga perdamaian, dan merekonstruksi kembali masyarakat yang menderita akibat konflik.

Obama menyadari konsekuensi dari krisis iklim global dan meyakini sudah saatnya AS memimpin upaya kolektif mengatasi masalah itu. AS juga akan mengupayakan keluar dari ketergantungannya dari minyak dan gas bumi. Dalam hal ini, Obama akan mendorong kerja sama di bidang energi melalui pendirian Global Energy Forum yang mengikutsertakan negara-negara produsen emisi terbanyak. Terakhir, dengan situasi krisis finansial yang dihadapi AS saat ini, Obama akan memfokuskan kebijakan luar negerinya untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Menurut Hillary Clinton dalam dengar pendapat konfirmasinya sebagai calon menlu di Senat AS, pemerintahan Obama 2009-2013 akan memprioritaskan kebijakannya pada: penarikan pasukan AS dari Irak serta menyukseskan perang terhadap Al Qaeda, Taliban, dan kelompok radikal lainnya di Afganistan dan perbatasan Pakistan. Pada saat bersamaan, AS akan menggunakan smart power yang di antaranya terdiri dari diplomasi ekonomi, militer, politik, hukum, dan pendekatan budaya untuk mengatasi konflik di Timur Tengah (termasuk konflik di Gaza saat ini) serta nuklir Iran.

Tantangan global AS

Berdasarkan prioritas kebijakan luar negerinya, upaya untuk merebut perhatian AS terhadap Asia bukan hal mudah. Dalam jangka pendek, Obama dituntut segera memenuhi janji kampanye menarik pasukan AS dari Irak dalam waktu 16 bulan dan mengalihkan sumber daya untuk menyukseskan perang di Afganistan. Perhatian AS juga akan banyak tercurah untuk meredakan ketegangan di Gaza yang masih bergejolak. Pada saat bersamaan, AS juga harus mengantisipasi langkah-langkah Iran yang bersikukuh meneruskan program pengayaan uranium dan Korea Utara yang dicurigai akan terus mengembangkan program senjata nuklir.

Perhatian AS di Asia akan lebih diarahkan untuk menghadapi semakin besarnya kekuatan China di berbagai bidang walau Jepang akan tetap menjadi batu penjuru kebijakan luar negeri di kawasan. AS memprediksikan China dapat menjadi negara paling berpengaruh setelah AS dalam dua dekade mendatang. China juga akan memiliki kekuatan militer yang sangat besar, juga negara yang paling banyak membutuhkan energi dan menyumbangkan polusi.

AS juga akan mengantisipasi menguatnya pengaruh dan kekuatan Rusia. Sebagaimana disebutkan dalam Global Trends 2025 yang dikeluarkan US National Intelligence Council November 2008, AS memperkirakan Rusia akan menjadi kekuatan besar yang harus diperhitungkan bila negara itu berhasil meningkatkan kemampuan SDM, melakukan diversifikasi ekonomi, dan semakin terintegrasi dengan pasar global. Pemerintahan Obama juga akan disibukkan dengan negosiasi Strategic Arms Reduction Treaty (START) yang akan segera berakhir Desember 2009, sementara hubungan Washington dan Kremlin dalam situasi yang kurang kondusif menyusul pecahnya konflik bersenjata Georgia-Rusia dan program pembangunan sistem pertahanan rudal di Eropa.

Pada saat bersamaan, AS juga harus memberi perhatian pada India sebagai kekuatan besar di Asia Selatan. Perhatian AS terhadap India saat ini tidak saja untuk menindaklanjuti penandatanganan kemi- traan strategis di bidang penggunaan nuklir untuk tujuan damai, tetapi juga karena serangan teroris di Mumbai yang mengindikasikan besarnya ancaman terorisme di Asia Selatan dan masih kuatnya ketegangan hubungan Pakistan-India.

Akibat krisis finansial dan berbagai konflik serta ketegangan di berbagai kawasan, AS dihadapkan pada pilihan antara konsentrasi mengatasi masalah domestik atau menambah mitra kerja guna mengatasi berbagai tantangan bersama yang sekaligus mendukung wajah baru AS. Penulis berpandangan Obama akan memfokuskan perhatian pada upaya mengatasi berbagai isu domestik, terutama mengatasi situasi ekonomi seraya membangun kemitraan dengan berbagai negara. Sebesar apa peluang RI meningkatkan hubungan bilateral dengan AS? Adakah tantangan yang bakal dihadapi RI dalam membangun kemitraan yang lebih strategis dengan AS?

Hubungan bilateral RI-AS

Hubungan bilateral RI-AS mengalami pasang surut. Kedua negara mempunyai perbedaan dalam beberapa isu, tetapi secara umum hubungan RI-AS selama delapan tahun meningkat pesat. AS mencabut embargo senjata dan memberikan bantuan pendidikan 157 juta dollar AS untuk kurun waktu lima tahun. Selain itu, Millennium Challenge Corporation (MCC), sebuah lembaga bantuan pembangunan AS, juga telah mengakui berbagai kemajuan RI di bidang good governance dan dedikasi untuk mendorong liberalisasi ekonomi serta investasi dalam pembangunan sumber daya manusianya.

Perdagangan antarkedua negara mengalami kenaikan signifikan dari 18,5 miliar dollar AS (2007) menjadi 20,1 miliar dollar AS (Januari-November 2008). Foreign direct investment (FDI) juga meningkat walau masih kurang besar dibandingkan dengan FDI yang masuk ke negara-negara lain. AS berperan aktif dalam upaya tanggap darurat tsunami di Aceh dan mendukung proses damai Aceh serta pemberlakuan otonomi khusus di Provinsi Papua dan Papua Barat. Kerja sama militer juga berlanjut melalui program Foreign Military Financing dan International Military and Education Training (IMET). Dialog antarpejabat militer terus dilakukan melalui forum US-Indonesia Strategic Dialogue. Tak ketinggalan Kepolisian Negara RI, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan KPK terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan berbagai institusi penegakan hukum di AS. Dalam isu lingkungan, AS pendukung Coral Triangle Initiative yang dipelopori RI dengan lima negara Asia Pasifik.

Kerja sama antarparlemen juga terus meningkat, ditandai dengan meningkatnya intensitas kunjungan dan pertemuan badan-badan parlemen kedua negara. Di sektor pendidikan, ratusan pelajar RI sering diundang mengikuti program pendidikan singkat di AS dan sebaliknya Pemerintah RI menyediakan beasiswa Dharmasiwa bagi sejumlah mahasiswa AS yang belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Di berbagai kalangan pemerintah, Kongres, pemerhati kawasan Asia maupun publik AS secara umum, RI diakui sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang demokratis. RI dipandang berhasil memberantas terorisme dan mempunyai peran besar menjaga stabilitas dan keamanan di Asia Tenggara. Pengakuan pentingnya posisi dan prestasi RI disinggung seorang peneliti Brookings Institute dan Senator Chistopher Bond yang menyarankan Obama mengunjungi RI bila ingin menyampaikan pidato di depan masyarakat Muslim. Kedua tokoh itu menyarankan Obama memilih RI sebagai tempat yang paling tepat tidak saja karena ia pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di sini, tetapi juga untuk menunjukkan penghargaan AS atas peran RI selama ini dalam memberikan kontribusi menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara, serta representasi sebagai negara demokratis. Duta Besar AS untuk RI Cameron Hume di hadapan forum diskusi CSIS-USINDO di Washington DC, 15 Januari 2009, dengan sangat artikulatif menjelaskan arti penting RI bagi AS dan perlunya AS menjalin kerja sama kemitraan strategis dengan RI.

Seluruh pilar kerja sama RI-AS akan terus dikembangkan pada masa datang. Namun, dengan adanya pemerintahan baru AS, RI mempunyai ragam pilihan kebijakan dengan memaksimalkan manfaat dari hubungan bilateral yang telah terbangun tersebut melalui pengembangan suatu kemitraan strategis.

Kemitraan strategis RI-AS

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato di depan para pengusaha dan pemerhati Indonesia di AS bulan November 2008 menyerukan dimulainya babak baru hubungan RI-AS dalam bentuk kemitraan strategis yang didasari kesetaraan dan kepentingan bersama. Kemitraan strategis tersebut harus membawa manfaat bagi rakyat kedua negara, bersifat jangka panjang, dan mengandung elemen hubungan antarmasyarakat.

Menurut Cameron dan Yongnian (2007), kemitraan strategis secara umum didasarkan pada prinsip kesetaraan, saling percaya, dan menghormati. Kesepakatan kemitraan strategis biasanya juga bersifat komprehensif, holistik, dan jangka panjang serta disertai komitmen dan mekanisme kerja sama yang intensif, terus-menerus, dan stabil.

AS dan RI dapat menentukan bidang- bidang yang menjadi prioritas kerja sama kedua negara. Kemitraan strategis itu tidak saja akan menandai semakin majunya hubungan di antara kedua negara, tetapi juga dapat memberikan keuntungan riil bagi masing-masing negara. AS mempunyai kekuatan ekonomi dan kekuatan militer yang sangat besar sekaligus menguasai teknologi yang maju.

Dalam kemitraan strategis tersebut, RI akan mendapat potensi keuntungan yang semakin besar, antara lain dengan peningkatan jumlah bantuan dan kerja sama teknis di berbagai bidang. RI, sebaliknya, akan memberi keuntungan kepada AS yang lebih besar pula, di antaranya dalam memberikan kontribusi pada upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, yang juga merupakan kepentingan AS. Dalam kemitraan strategis RI-AS, RI dapat menempatkan dirinya dalam posisi yang lebih baik untuk meyakinkan AS agar menggunakan kapasitasnya sebagai negara adidaya secara bertanggung jawab, antara lain dalam pengelolaan stabilitas kawasan dan global, perdagangan internasional, perubahan iklim, dan kerja sama pemberantasan kemiskinan global.

Peluang untuk membangun kemitraan strategis tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin apabila menyimak pidato Obama di Berlin tahun lalu, yaitu ”Partnership and cooperation among nations is not a choice; it is the one way, the only way, to protect our common security and advance our common humanity”.

TIPS MEMILIH PRESIDEN PADA TAHUN 2009

TIPS MEMILIH PRESIDEN PADA TAHUN 2009

Tidak terasa, Pilpres 2009 sudah diambang pintu, tetapi kita semua masih bingung memilih calon presiden periode 2009-2014 yang diprediksi mampu membawa rakyat Indonesia keluar dari krisis multi dimensi yang berkepanjangan…

Sejak lengsernya presiden Soeharto pada Mei 1998, sudah ada 4 presiden RI yang bergantian diberi kesempatan oleh rakyat untuk memimpin negara NKRI untuk keluar dari krisis multi dimensi, tapi hasilnya masih belum signifikan…

Pertanyaannya sekarang adalah…apa yang menjadi penyebab ketidak berhasilan para presiden NKRI tersebut ???….Dimana letak kesalahannya ???….

Para pakar, pengamat sudah banyak bicara, praktisi hukum, politik, ekonomi, budaya sudah diberi kesempatan bergantian ikut aktif bertasipasi dibidang eksekutif, legislatif, yudikatif…bahkan dibidang N.G.O/LSM….tapi hasilnya tetap menurut Megawati seperti menari poco poco, maju, mundur, geser kiri, geser kanan…tapi tidak pernah sampai ketujuan nasional…yaitu Masyrakat Indonesia Yang Adil dan Makmur…….Siapa yang salah ???

Menurut pendapat saya semua tidak ada yang salah…gak usah dicari kambing hitam untuk dijadikan tumpuan kesalahan…

Kalau mau disalahkan ya salah kita semua rakyat Indonesia…Jangan hanya menyalahkan para pemimpin bangsa apalagi para presiden RI yang sudah 6 kali bergantian memimpin bangsa ini…Mereka semua menanam andil dalam pembelajaran rakyat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat ditanah air sendiri dengan tujuan membangun pemerintahan yang demokratis…pemerintahan yang menjunjung tinggi HAM secara adil, bijaksana dan berlandaskan supermasi hukum…

Para pemimpin bangsa tersebut telah ikut andil membuktikan bahwa untuk membangun bangsa yang merdeka dan berdaulat berlandaskan Pancasila sebagai dasar negara dan menerapkan sistem politik yang benar benar Demokratis adalah suatu jalan panjang yang memang sangat sulit, penuh dengan trial and eror, tapi itu semua memang harus dialami dan dilewati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan sabar, ulet dan tawakal….sampai akhirnya bisa terwujud suatu pemerintahan yang betul betul demokratis, adil dan bijaksana sesuai supermasi hukum, sehingga terwujudlah tujuan nasional Inadonesia, yaitu masyarakat adil dan makmur…(mungkin kita harus bersabar beberapa puluh tahun lagi….kecuali atas izin Allah ditentukan suatu keajaiban/miracle…seperti visinya ESQ LC dengan Indonesia Emas tahun 2020nya…)

Negara Amerika Serikat bisa menerapkan sistem politik Demokratis yang seperti sekarang, dimana HAM rakyat AS dijunjung tinggi (tapi belum untuk HAM bangsa lain seperti Palestina, Irak, Iran dll), setelah melalui sejarah trial and eror selama sekitar 200 tahun….

Kesimpulannya adalah, jangan terlalu bingung mencari calon presiden yang mampu membawa Indonesia lepas dari krisis multidimensi secara cepat…tidak akan pernah ada !!!…semua butuh proses pembelajaran yang masih panjang agar semua rakyat Indonesia menjadi sadar bahwa yang harus diperbaiki adalah kwalitas sumber daya dirinya sendiri !!!…bukan orang lain, termasuk para pemimpin bangsa ini !!!…

Kalau mayoritas rakyat Indonesia kwalitas sumber daya manusianya sudah baik, maka otomatis hasil pilpresnya juga akan baik, karena semua keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak para pemilihnya…

Adalah suatu hal yang mustahil dinegara yang mayoritas kinerja, mental dan moral sumber daya manusianya masih buruk ( terendah di Asia, terkorup didunia…),,dapat menghasilkan seorang presiden hasil pilpres yang baik….

Al Quran mengajarkan kita umat Islam bahwa Allah akan memberikan pemimpin didunia sesuai kwalitas orang yang dipimpinnya….(kelompok masyarakat mafia, maka pemimpinnya pasti akan seorang mafia juga…kelompok maling, maka pemimpinnya akan seorang maling juga…kalau rakyatnya suka disuap/money politik, jangan kaget kalau para pemimpin/presidennya juga suka korupsi/money politik…)…

Jangan bermimpi kalau pilpres 2009 akan menghasilkan presiden yang hebat….hanya kelas seorang Nabi atau Rasul Allah yang dikirim oleh Allah turun kedunia untuk memperbaiki suatu masyarakat yang rusak !!!…dan sebagai umat Islam kita harus yakin bahwa Muhammad AS adalah Nabi dan Rasul terakhir !!!…

Maka selama rakyat Indonesia mayoritasnya masih berkwalitas rendah…hasil pilpresnyapun akan begitu pula…!!!

Untuk memilih presiden tahun 2009, serahkan saja kepada sistem yang mengaturnya, kita yang tidak berkaitan jangan ikut bikin tambah orang bingung…Yang paling penting marilah kita bergotong royong memperbaiki kwalitas kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual diri kita sendiri, keluarga, anak buah dan handai tolan disekitar kita…terutama yang jadi tanggung jawab kita…yang menjadi titpan Tuhan….

kata mutiara





Glitterfy.com - Glitter Graphics


Glitterfy.com - Glitter Graphics

Rabu, 13 Mei 2009

Award "Q"






Wah.....ira dapet award neh ..... makasih yah buat pak deddy yang udah ngasi awardnya ...and ira juga mau ngucapin thanks buat oom erik yang udah mau bantuin ira buat ngembangin blog ira ...
thanks yah buat semuanya.,.... and jangan lupa dukung ira,,,buat menang saat lomba the best of blog ok ....

RSS Scroller

Iklan Anda